Cerita Legenda Lutung Kasarung

Cerita rakyat adalah kisah legenda yang diceritakan secara turun temurun di masyarakat dan biasanya mengandung pesan moral yang bisa dipetik. Kami dalam kesemapatan membagikan Cerita Legenda Lutung Kasarung.

Cerita Legenda Lutung Kasarung

Cerita Legenda Lutung Kasarung

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang putri bernama Purbasari. Dia merupakan anak bungsu dari Prabu Tapa Agung yang merupakan raja kerajaan pasir batang.

Purbasari hidup bersama 6 saudara yang sekaligus menjadi kakaknya bernama: Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik dan Purbaleuih. Purbasari memiliki sifat paling berbeda, dia lembut, manis budi, ddan suka menolong.

Dirumah Purbasari lah yang selalu mengerjakan pekerjaan rumahnya. Memasak makanan untuk semua anggota keluarganya. Meskipun hidup dikerajaan, namun dirinya sangat baik & tidak sombong.

Selain hatinya yang elok, Purbasari juga memiliki paras yang cantik dan rupawan, setiap orang yang melihatnya pasti jatuh hati pada pandangan pertama.

Cerita Legenda Lutung Kasarung

Namun kakak nya bernama Purbararang sangat memiliki sifat berbeda darinya. Walaupun cantik Purbararang sangat kasar, sombong, kejam dan iri hati terhadap siapapun juga bahkan kepada Purbasari sekalipun.

Setelah bertahta dalam waktu yang cukup lama, Prabu Tapa Agung berniat turun tahta. Telah dipikirkan masak-masak, bahwa untuk melanjutkan kepemimpinannya dia akan menunjuk Purbasari.

Purbararang menyingkirkan adiknya itu ke hutan, menyebarkan berita palsu ke seluruh kerajaan kalau Purbasari telah mati. Akhirnya Purbararang naik tahta dan menjadi Ratu kerajaan.

Di hutan Purbasari bertemu dengan Lutung Kasarung, dan meminta bantuan kepada kera sakti tersebut untuk mengembalikannya ke Kerajaan. Dengan syarat akan menikah dengan Lutung Kasarung.

Setelah itu Lutung Kasarung membawa nya kembali ke Kerajaan. Purbararang di hukum karena sudah mencoba mencelakai adiknya sekaligus sudah membohongi semua anggota kerajaan.

Setelah menikah dengan Purbasari, akhirnya Lutung Kasarung berubah menjadi sosok pangeran yang tampan dan gagah. Keduanya kemudian hidup besama dengan bahagia & memiliki 2 keturunan.

Pesan Moral dari Cerita Rakyat Indonesia Lutung Kasarung adalah Kebenaran dan Kebaikan akan dapat mengalahkan kebatilan dan kesewenang-wenangan. Kebenaran pada akhirnya akan keluar sebagai pemenang.

Cerita Legenda Tujuh Kepala Ular

Cerita Rakyat Indonesia asal Lebong, Bengkulu yang sangat terkenal hingga saat ini “Cerita Legenda Tujuh Kepala Ular” merupakan kisah fiksi. Namun sebagian orang disana percaya sama legenda tua tersebut.

Di Lebong, Bengkulu terdapat sebuah Danau Tes yang cukup besar & dalam, tidak ada masyarakat berani bermain disana / berbuat onar. Katanya disana ada ular berkepala 7 yang mehuni dalam danau tersebut.

Mari baca kisah lebih lengkapnya dibawah ini, cerita rakyat yang sangat melegenda. Namun masih sangat seru untuk dibaca, biasanya kalangan anak remaja sangat senang dengan kisah seperti ini.

Cerita Legenda Tujuh Kepala Ular Asal Bengkulu

Cerita Legenda Tujuh Kepala Ular

Kisah ini bermula dari sebuah kerajaan di Bengkulu, dimana seorang Raja akan menikahkan anak pertamanya berma Meram dengan seorang putri. Namun sebelum pernikahan dilangsungkan, syarat dari pihak kerjaan adalah kedua calon pengantin ini harus mandi di Danau Tes.

Lalu kedua pasangan pengantin ini pun masuk ke dalam Danau Tes. Namun setelah beberapa menit keduanya menghilang bersama tanpa jejak. Mendengar kabar mengerikan itu, sang Raja menyuruh semua tentara kerajaan untuk berenang mencari mereka ke Danau.

Namun sayang, tidak ada pertanda keberadaan dari pangeran Meram & calon istrinya tersebut. Raja pun menjadi sangat sedih, hingga seorang kakek tua yang suci datang menghadap kepadanya. Kakek suci mengatakan kalau pangeran Meram & putri telah di culik ular kepala 7.

Ular Kepala Tujuh

Dan anak Raja ke-2 bernama Merik lah yang mempunyai kemampuan sihir untuk mengalahkan 7 kepala ular. Pangeran Merik pun bersedia pergi ke Danau dan bertarung dengan siluman ular berkepala tujuh. Dengan kemampuany sihirya akhirnya ular berkepala tujuh berhasil dikalahkan.

Perkelahian antara pangeran Merik & ular berkepala 7 ini berlangsung selama 7 hari. Pangeran Merik hampir saja kalah, dan kehilangan nyawanya. Namun di detik terakhir pangeran Merik menemukan titik kelemahan dari siluman ular berkepala 7 kemudian segera menyerangnya.

Pangeran Meram & putri bisa kembali diselamatkan dan pernikahan pun dilangsungkan. Namun Raja akhirnya menunjuk pangeran Merik untuk menjadi raja selanjutnya. Dan ular berkepala tujuh dijadikan tentara yang berada dibawah kepemimpinan pangeran Merik.